Pimpin Briefing Rabu Pagi, Ketua PA Atambua Tekankan Mentalitas Pelayan Melalui Filosofi "Masyarakat Adalah Tuan"
ATAMBUA , 26 November 2025 – Pengadilan Agama (PA) Atambua kembali melaksanakan rutinitas unggulannya, "Briefing Rabu Pagi", sebuah inovasi non-aplikasi yang dirancang untuk memperkuat koordinasi dan integritas internal. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Atambua, Yang Mulia Bapak Hafidz Umami, S.H.I., dan diikuti oleh hakim serta segenap pegawai di lingkungan pengadilan. Forum strategis ini dimanfaatkan pimpinan untuk melakukan pembinaan mental dan evaluasi kinerja guna memastikan roda organisasi peradilan berjalan sesuai porosnya.

Dalam arahannya, Hafidz Umami menyampaikan pesan mendalam mengenai substansi amanah yang diemban oleh setiap aparatur negara. Ia memberikan analogi reflektif yang menyentuh sisi spiritualitas, mengibaratkan pekerjaan selayaknya ibadah dalam ajaran Islam; sebagaimana kesungguhan dalam beribadah dijanjikan ganjaran surga, maka totalitas dan keseriusan dalam mengemban tugas kantor niscaya akan membuahkan imbalan setimpal dalam jenjang karier dan kehidupan sebagai abdi negara. Penekanan ini menjadi pengingat tegas agar integritas dan profesionalisme tidak sekadar menjadi wacana, melainkan diwujudkan dalam etos kerja nyata yang bersungguh-sungguh. Beliau juga memberikan peringatan keras agar pegawai tidak terlena dalam zona nyaman atau sekadar menggugurkan kewajiban—hanya datang, mengisi presensi, lalu pulang—tanpa memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

Menutup arahannya, Ketua PA Atambua menggarisbawahi filosofi pelayanan publik yang harus diinternalisasi oleh setiap individu di lingkungan peradilan. Beliau menegaskan bahwa paradigma pelayanan harus ditempatkan pada proporsi yang benar: masyarakat pencari keadilan adalah "tuan", sementara aparatur negara adalah "pelayan". Bapak Hafidz mengingatkan agar mentalitas feodal tidak lagi memiliki tempat di era modern ini; posisi ini tidak boleh dibalik, di mana aparatur justru merasa sebagai tuan yang minta dilayani, melainkan harus melayani masyarakat dengan kesungguhan hati yang prima. #Admin_PA_Atambua
